Sayonara no Asa ni Yakusoku no Hana wo Kazarou Review
Judul :
Sayonara
no Asa ni Yakusoku no Hana wo Kazarou
Genre :
Drama, Fantasy
Episode :
1 Episode
Studio :
P.A.
Works
Tanggal Rilis :
04
Februari 2018 ( Winter 2018)
Durasi :
1
jam 55 menit
Soundtrack :
Ending Song - “Viator” by rionos
A. Plot
Sayonara no Asa ni Yakusoku no Hana wo Kazarou atau yang disingkat SayoAsa adalah anime yang menceritakan tentang suatu suku bernama suku Iorph, yang di kenal memiliki masa hidup yang panjang. Suku Iorph dapat hidup ratusan tahun, mereka menutup diri dan memisahkan diri dari dunia luar.
Pada suatu hari, pasukan kerajaan Mezarte menemukan tempat tinggal suku Iorph dan berusaha untuk menculik
orang-orang Iorph untuk mendapatkan
keturunan dari suku Iorph agar
anggota kerajaan mewarisi masa hidup panjang dari suku Iorph. Tidak hanya menculik, pasukan kerajaan juga membunuh hampir
semua suku Iorph. Maquia adalah salah satu suku Iorph yang selamat dan dapat melarikan
diri dari serangan kerajaan.
Ketika berhasil melarikan diri, Maquia terdampar di suatu desa yang telah hancur dan menemukan seorang bayi laki-laki yang di peluk oleh ibunya yang sudah meninggal terbunuh. Melihat hal tersebut, Maquia memutuskan untuk merawat bayi itu dan membesarkannya sebagai seorang ibu.
Sebenarnya konsep utama dalam anime ini bukanlah suku Iorph atau kerajaan Mezarte, melainkan kisah Maquia yang penuh suka cita dalam membesarkan bayi laki-laki yang ditemukannya. Bayi laki-laki ini diberi nama Ariel oleh Maquia. Sepanjang cerita penonton akan menemukan banyaknya time-skip yang membuat sedikit mengganggu alur dari movie ini. Jujur saja, saking banyaknya time-skip, saya agak bingung ketika menonton movie ini.
Banyak adegan mengharukan yang mungkin saja membuat penonton meneteskan air mata (tapi saya pribadi tidak sampai nangis, tapi hampir wkwkwk). Dimana penonton akan menyaksikan susahnya seorang “ibu” dalam membesarkan “anaknya”, mulai dari masih bayi hingga dewasa. Rasa haru ketika menonton movie memang terasa cukup kental dan mengena. Banyak sekali momen-momen mengharukan Maquia dan Ariel dalam menjalani hidup. Tidak hanya sampai di sana, Maquia yang merupakan suku Iorph menjadi buronan yang dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan Mezarte, sehingga menambah kesulitan Maquia dalam merawat Ariel yang masih kecil waktu itu. Berpindah dari satu desa ke desa lain untuk mengamankan diri dan bertahan hidup.
Nilai Plot : 8.5
B. Grafis dan Animasi
NO COMMENT.
Nilai Grafis dan Animasi : 10.0
C. Casts
Maquia
Maquia (ibu rasa loli) adalah keturunan suku Iorph yang selamat pada saat tempat
tinggal mereka diserang oleh pasukan kerajaan Mezarte. Memiliki kepribadian yang lembut dan baik.
Leilia
Leilia adalah teman baik Maquia. Leilia juga merupakan salah satu
suku Iorph yang selamat, lebih
tepatnya dibiarkan hidup. Namun naasnya, Leilia
diculik oleh pasukan kerajaan dan terpaksa mengandung anak dari pangerang
kerjaan Mezarte (auto tancap tanpa
menyia-nyiakan kesempatan lur)
Krim
Krim merupakan korban NTR salah satu suku Iorph yang juga selamat dan merupakan
teman baik dari Maquia. Krim dan Leilia saling mencintai, namun naasnya keduluan oleh pangeran Mezarte (wkwkwk).
Ariel
Ariel adalah bayi yang selamat dari desa yang telah dihancurkan dan
menjadi anak angkat Maquia.
Mido
Mido adalah wanita yang memberi tempat tinggal kepada Maquia ketika Maquia tiba di desa tersebut.
Lang
Lang adalah anak dari Mido
yang menjadi prajurit kerajaan setelah time-skip.
Lang juga merupakan kenalan dan
teman baik dari Maquia.
Barlow
Barlow adalah merupakan keturunan setengah Iorph dan bertemu dengan Maquia
pertama kali di desa yang telah dihancurkan.
Dita
Dita adalah istri dari Ariel.
Medmel
Medmel adalah anak kandung dari Leilia dan Pangeran kerajaan Mezarte.
D. Kesimpulan
Sayonara no Asa ni Yakusoku no Hana wo Kazarou adalah movie yang penuh dengan makna kehidupan. Itulah hal pertama yang muncul dalam benak saya ketika selesai menonton movie ini. Hal kedua adalah, peran ibu yang sangat nyata dalam membesarkan anaknya dari kecil hingga dewasa. Dimana perjuangan seorang ibu sangatlah berat tetapi tulus dan selalu tetap mencintai anaknya apapun keadaanya.
Sungguh, movie ini sangat baik bagi kita-kita semua, untuk kembali merenung sejenak terhadap apa yang telah dilakukan oleh ibu kepada kita selama ini.
Dan apakah kita sudah membalasnya dengan setimpal sebagai anak ?
Nilai Final : 9.25
Post a Comment for "Sayonara no Asa ni Yakusoku no Hana wo Kazarou Review"